Seseorang di Rusia Mengirim Beberapa Tweets, Theresa Memperingatkan Seluruh Dunia Barat Yang Mungkin Akan Hancur



Theresa May mengembangkan dua metode pengalih perhatian pada pidato penjamuan walikota di London: terlihat bahu perdana menteri menunjukan kebikjasanaan, dengan baju renda, dan Rusia. Dia memperingatkan bahwa demokrasi Barat bisa segera runtuh karena beberapa tweet dan Photoshop.

Perdana Menteri Inggris Theresa May memang menawarkan kepastian kepada semua orang di Inggris: "Saya memiliki pesan yang sangat sederhana untuk Rusia, kami tahu apa yang Anda lakukan dan Anda tidak akan berhasil."

Anda bisa mendengar desahan lega. Dengan May yang menunjukkan bahwa dia tidak tahu apa yang sedang dia kerjakan, tapi Inggris setidaknya bisa mengatasi kenyataan bahwa dia tahu apa yang sedang orang lain kerjakan.

Penulis pidato Mei harus berterima kasih kepada bintang keberuntungan mereka untuk Rusia. Mereka membutuhkan sasaran empuk yang tidak melibatkan hal-hal berikut selama pidato utama ini:

  • ·         Brexit adalah langkah menuju ke tepi jurang. Pemerintah telah menyadari bahwa tidak peduli berapa banyak retorika yang dipecat di kalangan kaum Eurocrat, mereka tidak ingin lagi ada negosiasi.
  • ·         Tidak ada lagi program magang Tory yang tampaknya telah memasuki Parlemen selama beberapa dekade tanpa gangguan.  
  • ·         Pendeta May sendiri sekarang tampaknya tidak lagi menghormatinya dalam setiap langkah kepemimpinannya bahkan menganggapnya sebagai ketidaknyamanan.
  • ·         Sudah jelas bahwa dia adalah satu bencana karena menghilangkan berbagai pekerjaan, stidfaknya ada 4 pekerjaan yang hilang akibat putusannya.

May mengatakan kepada khalayak, definisi  dari kebangkitan, bahwa Rusia "berusaha untuk meleburkan informasi dan bahkan mengerahkan organisasi media yang dijalankan negara untuk menanamkan cerita palsu dengan gambar foto yang dipajang dalam upaya untuk menabur perselisihan di Barat dan melemahkan institusi kami."

Untuk parafrase, institusi berabad-abad di Inggris berisiko karena seseorang di Rusia dituduh melakukan tweeting dan bermain-main dengan gambar. Ternyata pencegah nuklir itu buang-buang uang saja. GCHQ hanya harus menyewa sekelompok gadis remaja untuk mengirim tweet trolling yang buruk kembali. Ini akan berakhir dalam hitungan menit!,. demikian pandangan May.

Ini adalah bentuk hinaan dari May kepada  institusi yang sudah ada sejak 1189 itu.
Mei mengatakan bahwa Rusia telah "ikut campur dalam pemilihan umum."Alangkah baiknya bila situasi tersebut di bicarakan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kegaduhan, karena fakta bahwa keesokan paginya juru bicara Kementrian INggris memastikan bahwa dia tidak benar-benar melihat bukti itu.


Berita palsu yang sebenarnya justru datang dari May demi mengalihkan perhatian public tentang Brexit.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment